Mengapa Anak Usia Dini perlu Aktif Bergerak?

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar ibu-ibu berkomentar: “Wah enak ya, anaknya anteng. Anakku sih aktif banget, nggak bisa diam. Repot jadinya”. Komentar tersebut memperlihatkan keluhan para ibu yang memiliki anak aktif. Saat ini masih banyak orangtua yang beranggapan memiliki anak yang selalu dapat duduk diam dengan manisnya lebih beruntung daripada memiliki anak yang aktif bergerak. Sebagai akibatnya, banyak ibu yang cenderung mengeluh, melarang, bahkan memarahi anak usia dininya yang sibuk bergerak ke sana kemari. Betulkah sikap seperti itu?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pertama-tama kita perlu mengetahui manfaat bergerak bagi anak. Gerakan yang dilakukan seorang anak melibatkan otak, sistem otot, dan seringkali panca indera. Sistem otot adalah alat yang penting untuk membantu anak berinteraksi dengan dunia luar. Melalui sistem otot, seseorang dapat mengekspresikan keinginan dan pikirannya ke dunia luar. Sebagai contoh, bila seseorang memiliki keinginan untuk minum, maka otot tangan akan membantunya untuk mengambil minuman dan membawanya ke mulut. Sistem otot juga berhubungan dengan panca indera. Misalkan seorang anak melihat ada bola, dan ia memiliki keinginan untuk mengambil bola tersebut, maka otak akan memerintahkan sistem otot untuk melakukan gerakan mengambil bola tersebut. Gerakan mengambil bola ini membutuhkan koordinasi dengan mata (hand-eye coordination) untuk mengidentifikasi lokasi bola yang tepat.

Semakin sering terjadi hubungan antara pikiran, keinginan, panca indera, dengan sistem otot, maka semakin terlatih pula koordinasi antara sistem otot sebagai pihak yang melakukan eksekusi dengan bagian lain yang memerintahkan sistem otot untuk melakukan sesuatu. Oleh karena itu, salah satu manfaat bergerak pada anak usia dini adalah untuk meningkatkan keahlian anak dalam melakukan berbagai gerakan, serta meningkatkan kemampuan anak mengendalikan alat geraknya untuk melakukan gerakan yang diinginkannya.

Selain itu, sistem otot juga memiliki fungsi membantu peredaran darah. Otot yang semakin sering digunakan akan membuat peredaran darah semakin lancar. Dengan demikian, peredaran darah ke otak dan organ-organ tubuh penting yang lain juga akan lancar. Hal ini dapat meningkatkan kinerja otak dan organ-organ tubuh lain.

Manfaat lain dari keaktifan anak usia dini berkaitan dengan perkembangan kognitif. Dengan aktifnya anak berjalan dari satu tempat ke tempat lain, maka kesempatan anak melakukan eksplorasi juga semakin besar. Bayangkanlah seorang bayi. Pada awalnya ia hanya dapat berbaring di tempat tidur. Tahap selanjutnya ia dapat berguling. Kemudian ia mulai dapat merangkak, dan akhirnya ia dapat berjalan. Semakin bertambah keahliannya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semakin jauh jangkauan jarak yang dapat ditempuhnya. Dengan demikian, semakin luas area yang dapat dieksplorasinya.

Melalui eksplorasi anak berusaha mengenal dunia yang ada di sekitarnya. Mari kita bayangkan saat kita berada di suatu negara asing yang belum pernah kita jelajahi. Pada saat itu, pastilah kita ingin dapat melihat sebanyak-banyaknya objek yang ada di negara tersebut. Kalau bisa kita ingin melihat semua objek yang ada di negara tersebut. Perasaan yang sama tentu dirasakan oleh bayi yang baru mulai bisa berjalan. Pemandangan yang ia lihat pada saat ia hanya bisa merangkak tentu berbeda dengan pemandangan ketika ia berdiri. Baginya, dunia yang menurut manusia dewasa adalah dunia yang biasa saja, merupakan suatu tempat asing yang menarik untuk dijelajahi. Tidak heran kalau ia akan berjalan atau bahkan berlari dari satu tempat ke tempat lain sepanjang waktu. Orangtua perlu memahami bahwa itu adalah cara anak mengeksplorasi dunia yang baru untuknya.

Dalam eksplorasinya ia akan memegang benda-benda yang ia temui, memainkannya, dan mencoba melakukan berbagai hal dengan benda tersebut. Pada saat anak melakukannya, maka otak akan merekam konsep tentang benda yang ia pegang tersebut. Kesempatan ini dapat digunakan orangtua untuk memberitahukan nama benda tersebut untuk meningkatkan kosa kata anak. Semakin banyak objek yang anak datangi dan mainkan, semakin meningkat pula pengetahuan anak tentang dunia di sekitarnya.

Pada tahap awal, banyak orangtua yang pusing karena anaknya dengan cepatnya berpindah dari satu objek di suatu tempat ke objek lain yang berada di tempat yang lain. Hal ini berkaitan dengan keinginan anak untuk mengenal sebanyak mungkin objek yang ada di sekitarnya. Jadi pada awalnya anak sudah puas dengan hanya melihat dan memegang suatu objek, untuk kemudian mencari objek lain untuk dilihat dan dipegang. Pada tahap selanjutnya, anak mulai mengeksplorasi secara lebih detail objek yang dianggapnya menarik. Pada tahap ini konsentrasi anak sudah mulai bertambah dan tingkat mobilitasnya sudah mulai berkurang karena anak dapat bertahan lebih lama pada suatu tempat untuk mengeksplorasi secara lebih detail objek yang dipilihnya.

Selain bermanfaat untuk perkembangan fisik, kesehatan tubuh, dan perkembangan kognitif, keaktifan anak juga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan awal anak tentang ruang. Anak yang banyak bergerak bisa merasakan antara lain jarak yang jauh dan dekat, celah yang sempit dan lebar, dan tempat yang tinggi dan rendah. Anak dapat mempelajari bahwa untuk mengambil objek yang ada di bawah meja ia harus merangkak, dan harus berhati-hati karena kepalanya bisa terbentur meja. Untuk mengambil objek yang berada di tempat tinggi ia harus berjinjit untuk menjangkaunya, dan untuk mengambil objek yang berada di tempat yang rendah ia harus menunduk atau berjongkok.

Melihat banyaknya manfaat bergerak pada anak usia dini, maka orangtua tidak perlu melarang atau memarahi buah hatinya yang aktif. Biarkan ia melakukan eksplorasi dengan bebas. Batasan yang perlu diberikan adalah keselamatannya dan keselamatan orang di sekitarnya. Bahkan, anak yang terlalu pasif sebaiknya diberi rangsangan dan motivasi untuk lebih aktif mengeksplorasi lingkungannya. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri ada anak yang tingkat keaktifannya jauh di atas anak lain. Untuk anak seperti ini, jangan sampai orangtua langsung memberikan label hiperaktif kepadanya karena anak hiperaktif adalah anak yang membutuhkan penanganan khusus dan perlu asesmen dari ahli untuk mendiagnosanya. Bisa jadi anak tersebut hanyalah anak super aktif yang memiliki energi berlebih yang bisa disalurkan melalui kegiatan berenang, bermain bola, atau kegiatan luar lainnya (outdoor activity). Namun demikian, bila orangtua merasa tingkat keaktifan anak sudah sangat meresahkan dan cenderung membahayakan dirinya atau lingkungannya, atau sudah membuat tingkat stress orangtua melebihi ambang batas yang mengakibatkan emosi tidak terkendali, sebaiknya orangtua secepatnya menemui konsultan tumbuh kembang anak untuk mendapatkan bantuan. Hal ini perlu dilakukan karena emosi orangtua yang tidak terkendali dapat berujung kepada tindak kekerasan yang dapat memengaruhi pertumbuhan kejiwaan anak.

Leave a comment