Tips Menghadapi Anak yang sangat Aktif

Memiliki anak yang sangat aktif merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orangtua. Bagaimana tidak……anak tersebut tidak henti-hentinya bergerak dari satu tempat ke tempat lain, menyentuh dan menarik semua barang yang ada di rumah, atau memanjat setiap benda yang bisa dipanjat. Satu-satunya waktu yang paling damai adalah saat si anak tertidur. Tidak heran kalau banyak orangtua yang mengeluh karena terlalu lelah dan kewalahan menghadapi kelincahan anaknya. Sebetulnya ada beberapa tips yang bisa cukup membantu orangtua menghadapi keaktifan anaknya tersebut, terutama untuk anak usia 1-3 tahun.

Ubah Rumah Menjadi Rumah yang Aman untuk Anak
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengubah rumah menjadi rumah yang aman untuk anak.  Dengan demikian, orangtua tidak perlu menyibukkan diri dengan melarang anak melakukan berbagai hal yang berbahaya bagi anak tersebut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan stop kontak dan alat-alat listrik lainnya serta benda-benda tajam berada di luar jangkauan anak, ujung-ujung meja yang tajam diberi pelindung, tangga diberi pintu sehingga anak tidak bisa naik-turun sendiri tanpa pengawasan, obat-obatan dan bahan kimia diletakkan di luar jangkauan anak, pintu dan jendela diberi pengaman sehingga anak tidak bisa membuka pintu dan jendela sendiri, serta menjauhkan benda-benda atau air panas dari jangkauan anak. Selain itu, untuk sementara waktu hindari menggunakan taplak meja karena anak dapat menarik taplak meja dan menjatuhkan seluruh benda yang ada di atas taplak meja tersebut.

Simpan Barang Pecah-Belah, Berharga, dan Penting Jauh dari Jangkauan Anak

Hal kedua yang perlu dilakukan adalah menyimpan barang pecah belah, benda yang menurut orangtua sangat berharga dan sangat  disayangi, serta benda penting yang tidak boleh hilang atau rusak, di tempat yang tidak terjangkau anak. Dengan demikian, orangtua tidak perlu bersusah payah melarang, memarahi, atau menarik anak untuk menjauhi benda-benda tersebut. Sedapat mungkin pastikan bahwa benda yang dapat terjangkau anak adalah benda yang memang boleh dipegang dan tidak berbahaya untuk anak.

Biarkan Anak Bebas Bereksplorasi, tapi tetap dalam Pantauan Orangtua

Setelah rumah dipersiapkan menjadi rumah yang ‘ramah anak’, maka anak dapat dibiarkan bebas bereksplorasi keliling rumah. Namun demikian, anak tetap berada di dalam pantauan orangtua, dan orangtua harus sigap bereaksi setiap melihat anak berada dalam situasi yang membahayakan.Dalam hal ini orangtua diharapkan memiliki kepekaan dalam menilai situasi yang berbahaya sehingga dapat bereaksi sebelum kecelakaan terjadi.

Isilah Rumah dengan Barang, Kegiatan, atau Permainan yang Menarik

Selanjutnya, isilah rumah dengan barang atau permainan yang menarik untuk anak. Sebagai contoh, anak balita sangat menyukai kegiatan mendorong/menarik, maka berikanlah barang yang dapat didorong atau ditarik. Anak juga menyukai kegiatan mengeluarkan dan memasukkan, maka letakkanlah beberapa kotak mainan. Biarkan anak mengeluarkan dan memasukkan mainannya. Anak balita juga menyukai kegiatan memindahkan barang, maka biarkanlah ia memindahkan buku dari satu rak ke rak yang lain, memindahkan boneka, mainan atau barang lain dari satu tempat ke tempat lain. Anak juga suka kegiatan melempar, maka ajaklah anak bermain melempar bola ke dalam keranjang. Bermain air juga merupakan kegiatan yang menyenangkan. Anak bisa diajak memindahkan air dari satu gelas ke gelas lain, dari satu wadah ke wadah lain, atau menuangkan air dari teko ke gelas.

Kegiatan lain yang dapat diberikan kepada anak adalah aktivitas yang berkaitan dengan kreativitas. Ajaklah anak menempel, mewarnai, mengecat, atau bermain playdough. Sediakan kertas dengan berbagai warna dan tekstur, lem, glitter, berbagai warna cat, playdough, dan berbagai kotak/wadah bekas. Meskipun demikian, orangtua harus memastikan bahan yang digunakan adalah bahan yang tidak beracun, dan disesuaikan dengan usia anak.

Aktivitas lain yang dapat dijadikan pilihan adalah kegiatan membaca. Alangkah baiknya bila di rumah disediakan tempat untuk membaca. Sediakan beberapa buku anak-anak yang berisi gambar menarik dengan tema bervariasi yang disesuaikan dengan kesukaan anak. Meskipun anak belum bisa membaca, anak dapat melihat gambar dan mendengarkan orangtua membacakannya cerita untuknya.

Ajak Anak Melakukan Aktivitas di luar Rumah Sesering Mungkin

Sering-seringlah mengajak anak beraktivitas di luar rumah, seperti bermain bola, bermain sepeda, berlari-lari di taman, bermain ayunan, atau berenang. Orangtua bisa memanfaat fasilitas taman bermain anak yang sudah mulai banyak tersedia. Selain itu, pada saat akhir pekan, pilih tempat bersantai yang memungkinkan anak menyalurkan energinya. Tempat yang dapat dijadikan pilihan adalah taman yang luas tempat anak bisa berjalan atau berlari, kebun binatang, atau pusat permainan anak. Pantai juga merupakan tempat yang baik untuk balita karena ia bisa menyibukkan diri dengan bermain pasir.Kurangi kepergian ke mall karena mall adalah tempat yang menyenangkan untuk orangtua, tetapi mengandung banyak bahaya bagi balita yang aktif. Anak yang aktif dengan mudah dapat menghilang bila orangtua lengah, meskipun hanya sebentar. Kejadian yang sering terjadi adalah anak terjatuh dari eskalator, atau diculik. Bila memang ingin mengunjungi mall, ajaklah anak bermain di tempat permainan anak yang tersedia.

Hindari Kebosanan dengan Memberikan Variasi

Hal penting lain yang perlu diketahui, anak aktif memiliki keinginan eksplorasi yang tinggi. Sebagai konsekuensinya, ia mudah bosan dengan suatu aktivitas tertentu. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas orangtua untuk memberikan berbagai variasi dari kegiatan yang diberikan sehingga anak tidak mudah bosan. Variasi juga diberikan sesuai dengan perkembangan dan usia anak Mainan, permainan, atau aktivitas yang terlalu mudah bagi anak akan membuatnya bosan karena kurang memberikan tantangan. Sebaliknya mainan, permainan, atau aktivitas yang terlalu sulit akan membuat anak putus asa. Meskipun demikian, orangtua tidak perlu berkecil hati atau berputus asa bila anak tidak menyukai kegiatan, buku, atau mainan yang sudah disiapkan karena memang tidak mudah untuk menebak kesenangan anak. Sebaliknya, tetaplah berusaha untuk mengenal dan memahami anak kita agar kita dapat mengarahkan keaktifan anak ke arah yang positif dan bermanfaat.

 

 

 

Leave a comment