Menghitung vs Matematika

Saat ini masih banyak orangtua yang berpandangan bahwa matematika itu sama dengan menghitung.Belajar matematika berarti belajar menghitung. Kepandaian menghitung inilah yang sering dijadikan alat untuk membandingkan kepintaran matematika anaknya dengan anak orang lain. Oleh karena itu, banyak orangtua yang melakukan berbagai cara untuk membuat anaknya pandai menghitung. Banyak yang bangga bila anaknya yang baru berusia 5 tahun dapat menjawab soal penjumlahan dan pengurangan dengan cepat tanpa melakukan proses menghitung. Orangtua bertambah bangga ketika anaknya yang masih kecil itu dapat menjawab soal perkalian, bahkan pembagian. Di lain pihak, ada orangtua yang sibuk memarahi anaknya karena masih menggunakan jari pada saat diberikan soal 6 +2. Orangtua tersebut malu karena anaknya kalah jauh dengan teman-temannya yang sudah hafal perkalian. Padahal, anaknya masih berusia 5 tahun dan masih banyak waktu yang dimiliki untuk melatih kepandaian menghitung.

Pertanyaan yang muncul adalah, apakah memaksa anak untuk pandai menghitung di usia dini merupakan hal yang sangat penting dan urgent untuk dilakukan? Benarkah pandai dalam menghitung identik dengan pandai dalam matematika? Lantas mengapa banyak anak yang pandai menghitung tidak bisa menyelesaikan soal cerita sederhana? Atau di jenjang SMA, mengapa ada siswa yang pandai menghitung tidak bisa menyelesaikan soal aljabar? Untuk mendapatkan jawabannya, silakan buka file power point di bawah ini.

matematika-vs-aritmatika

 

Leave a comment